Selasa, 21 Oktober 2008

konsep ciuman

Konsep Ciuman menurut Dosen dari berbagai bidang ilmu
Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dimana jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.
Dosen Kimia:
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.
Dosen Mikrobiologi:
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.
Dosen Biologi:
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularisoris dalam keadaan kontraksi.
Dosen Ekonomi:
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar daripada penawaran.
Dosen Statistik:
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka statistik berikut:36-24-36.
Dosen Teknik:
Ciuman? Apa itu..?
Dosen Elektro:
Ciuman Adalah bertemu antara ion positif dan negatif yang mengakibatkan arus lemah menjadi arus kuat...
Dosen Kedokteran:
Ciuman adalah proses pendiaknosaan fisik secara langsung yang mengakibatkan aliran darah ke organ reproduksi meningkat.
Dosen Psikologi:
Ciuman adalah proses penjiwaan terhadap pola pikir seseorang untuk mengetahui akan kenikmatan....
Dosen Program Komputer:
If Kiss >= Hot then go to bed room else go to bathroom end.
Dosen Seni:
Ciuman adalah sesuatu yang indah bila dinikmati bersama.
Guru Olahraga:
Jika berciuman berkategori sangat hot, sama besar dengan kalori yang terbuang untuk berjalan tergopoh-gopoh (brisk walking).
Dosen Politik (Ilmu Transformasi Konflik):
Ciuman adalah kemampuan untuk mentransformasi gesekan-gesekan konflik dari dua kelompok berbeda sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang positif (win win solution = semua senang, semua nyaman... semua melayang).
Dosen Matematika (Teori Kemungkinan):
Ciuman itu gambling, sekarang cium tinggal tunggu balasannya, digampar ato dibalas cium... Dosen Olahraga (again):
Ciuman adalah suatu peregangan & pemanasan untuk "olahraga" yang lebih berat...
Dosen Kewiraan:
Ciuman adalah hak yang dimiliki oleh seorang pasangan yang hubungannya telah diakui oleh negara berdasarkan hukum dan undang-undang yang berlaku.
Dosen Bahasa:
Ciuman adalah berasal dari sebuah kata dasar "Cium" yang mendapatkan akhiran "An".
Dosen Seksiologi:
Ciuman adalah suatu teknik rangsangan dan pemanasan (Foreplay) dimana tahapan ini menyentuh titik titik rangsangan di seluruh tubuh...
Anaknya Dosen (yang masih berumur 3 tahun):
Ciuman adalah temannya Ciunyil, Ciucrit, Ciusrok. Bisa juga berarti sudah sadar dari pingsan.


scoote^

1 tamparan untuk 3 pertanyaan

1 tamparan untuk 3 pertanyaan

Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri,kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencariseorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab
3 pertanyaannya
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya?

Kiyai : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.

Pemuda : Anda yakin? Sedangkan Profesor dan ramai orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kiyai : Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan:

1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?

Kiyai : Saya tidak marah...Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kiyai : Jadi anda percaya bahawa sakit itu ada?

Pemuda : Ya!

Kiyai : Tunjukan pada saya wujud sakit itu!

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kiyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama...kita semua merasakan
kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kiyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari
saya hari ini?

Pemuda : Tidak.

Kiyai : Itulah yang dinamakan takdir.

Kiyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Terbuat dari apa pipi anda?

Pemuda : Kulit.

Kiyai : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit.

Kiyai : Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

Ilmu merupakan harta abstrak titipan Allah Subhanahu wata'ala kepada seluruh manusia yang akan bertambah bila diamalkan, salah satu pengamalannya adalah dengan membagi-bagikan ilmu itu kepada yang membutuhkan.

Janganlah sombong dengan ilmu yang sedikit, karena jika Allah Subhanahu wata'ala berkehendak ilmu itu akan sirna dalam sekejap, beritahulah orang yang tidak tahu, tunjukilah orang yang minta petunjuk, amalkanlah ilmu itu sebatas yang engkau mampu.


scoote^

bola hitam dan putih

BOLA HITAM DAN BOLA PUTIH

Ceritanya ada seorang anak cowok tunggal yang ditinggal mati nyokapnya pas
ngelahirin dia.
Sejak itu bokapnya jadi amat sangat workaholic sekali dan
nggak married2 lagi.
Ini anak tapi baek hati dan lemah lembut walopun cuma
bareng pengasuh aja.
Pas TK, sementara anak2 laen udah punya sepeda dia masih jalan kaki.
Pengasuhnya ngadu ke bokapnya,
"Tuan, nggak kasian sama den Bagus ? Masa sepeda nggak punya.
apa tuan juga nggak malu? "Iya..nih..bokapnya tuh tajirbanget deh.
Punya sekian perusahaan..
maka dipanggillah si anak, ditawarin mau sepeda yang kayak gimana merek apa..dan si anak cuma bilang,
"Nggak usah repot2 pi, aku dibeliin bola item bola putih aja.." Lho kok gitu? Bingung dong bokapnya.
"Kenapa bola item dan putih?"
"Nggak usah diterangin deh pi. Kalo papi punya uang yaa..beliin itu aja."
Yah, mengingat mereka nggak pernah ngobrol, jadi papinya nerima2 aja.
Nggak berminat lanjutin, maka dibeliin lah tu anak sepeda generasi terbaru saat itu, yang paling canggih, plus bola item dan bola putih.
Trus ni anak masuk SD lah. Pas itu musim sepatu roda.
Sekian lama pengasuh pratiin, ni anak nggak minta2 dibeliin sepatu roda sama papinya.
Sore2 cuma duduk aja. Sepedanya juga ditaruh di gudang.
Lagi nggak musim. Pengasuhnya laporan pandangan mata dong ke tuannya hingga si anak
dipanggil lagi. "Nak, kamu mau dibeliin sepatu roda kayak temen2 kamu?
kok nggak bilang2 papi.
Nggak masalah cuma beli sepatu roda aja...".
Si anak bilang,
"nggak pi, bola item dan bola putih saya udah rusak..dibeliin lagi aja..nggak usah beli sepatu roda.Lagian lebih murah bola kan pi?"
Yee..si papi geram dong. Ni anak ngeremehin papinya sendiri, atau sok merendah?
So,tetep si papi beliin sepatu roda, plus bola item dan bola putih.
Selang beberapa taun, ni anak masuk SMP. Cerita sama terulang.
Sekarang temen2nya musim rollerblade.
Tren baru. Sementara sore hari, dia masih setia sama sepatu rodanya.
Pas bokapnya pulang dari luar negri dan ngeliat anaknya doang yang pake sepatu roda, si papi malu banget. Gila, rumah gedong, perusahaan banyak, keluar negri terus...eeh anaknya ketinggalan jaman.
Besoknya, di kamar anaknya dah ada sepasang roller blade baru dengan note:
"Biar kamu nggak malu". Malemnya diruang kerja papinya ada note balesan:
"Pi, kok nggak beliin bola item dan bola putih? Aku lebih suka itu.
" Weleh, si papi pas liat note itu dongkol tambah bingung.Apaan sih istimewanya bola
item dan bola putih? Emang bisa bikin die beken atau nge-tren?
Besoknya dan besoknya lagi si papi berkali2 nemuin note itu...hingga dia
nggak tahan dan membelikan anaknya bola item dan bola putih untuk kesekian kalinya. Bener,setelah dapet tu bola, si anak nggak ngerongrong bokapnya lagi.
Pas SMA, yang jaraknya rada jauh, si anak masih berbis ria,
temen2nya udah ada yang bawa motor en mobil ke sekolahan. Suatu hari, tumben papinya di
rumah, si anak pulang dianterin temennya yang mau ditebengin.
Papi malu banget. Masa cuma untuk anak satu nggak bisa beliin mobil? Maka ditawarin
anaknya. Si anak nolak dengan alasan mobil kurang praktis,
lagian pengen bola item bola putih aja. Si bapak nggak terima penolakan.
Karna anaknya udah gede, bisa berunding.
Hingga tercetus keputusan si anak dibeliin motor plus bola item dan bola putih tentunya. Dan si bapak kesel juga donk.
Udah berapa taun dia beberapa kali beliin dua macem bola itu tanpa tau kenapa.
Tapi si anak nggak ada keinginan dan kemauan ngasih tau sih.
Hingga tibalah masa kuliah. Karna seneng dan bangga masuk PTN,
si anak dikadoin mobil. Sampe beberapa bulan si anak masih naek motoor aja.Kuliah,
pacaran, naek motor aja. Pacarnya juga bingung, kan dia punya mobil?
Ditanya sama pacarnya, dijawab, abis papi nggak beliin bola item bola putih.
Nggak ngerti anak sendiri sih! So, pas makan malem bersama, si pacar bilang sama papi,
kenapa si om nggak beliin bola item bola putih.
Si papi sebenernya sensitif sama para bola itu..huh..sampe pacar anak gue nyuruh2..
ditanya dong kenapa. Si pacar bilang kalo mobilnya nggak akan dipake selama nggak dikasih
bola itu juga.
Papi bingung dong, di kamar anaknya udah segitu banyak bola item bola putih.
Buat apa sih,pikir papi. Tapi demi gengsi, anak orang lho yang nanya, maka
besoknya udah ada bola item bola putih buat anaknya.
Suatu hari anaknya gaul ke puncak bawa mobil, sama pacarnya. Yah,namanya anak muda,
pas lagi di jalan, si pacar nyium dia en dia jadi grogi dan kecelakaan!!! Segera di bawa ke rumah sakit si papi juga ditelpon sama rumah sakitnya.
Tabrakannya parah. Mereka berdua nggak ada yang pake seatbelt,
yang cewek mati seketika dan ni cowok udah sekarat.
Si papi dateng ke RS.."gimana dok, anak saya?"
Dokter (dengan tampang empati penuh duka cita):
"Maaf pak, kami tidak dapat berbuat banyak..sepertinya memang sudah waktunya...
sebaiknya bapak manfaatkan waktu terakhir..
" Perlahan si bapak masuk, nyamperin anaknya.
"Pap,maafin saya..nggak hati2 bawa mobilnya.." si anak juga nangis karna pacarnya nggak tertolong.
Si papi nenangin dia...akrablah dua manusia itu beberapa saat.
Hingga si papi beranggapan ini saat terakhir. Dia inget penasaran dia tentang kenapa si anak selama ini selalu minta bola item bola putih.
"Nak, maafin papi selama ini yang selalu sibuk..kamu jadi kesepian..maafin papi, nak.Nggak sempet jadi orang tua yang baik."
Anaknya jawab,"nggak apa-apa pi, saya ngerti kok..Cuma sempet kesel kalo
papi punya uang lebih malah beliin yang macem2....saya cuma minta bola item
dan bola putih aja kan?" Si papi rasa timing-nya tepat nih,
"KENAPA SIH KAMU SELALU MINTA BOLA ITEM BOLA PUTIH...ADA APA DENGAN BOLA2 ITU?" (pembaca juga
penasaran ya..?)
Si anak jawab dengan terpatah2 dan susah banget,abis udah sekarat dan
masanya udah hampir sampe..."sebab pi...saya..."
*hep* Kepalanya rebah dan nafasnya ilang. Si anak udah meninggal sebelum kasih tau papinya. Nah, si papi aja yang udah hidup bareng anaknya nggak tau...apalagi saya yang cuma bercerita? GIMANA? Kesel nggak sih?
Tabokin aja yang pertama kali cerita

scoote^

Minggu, 19 Oktober 2008

senyum

SENYUMLAH...

Kisah di bawah ini adalah kisah yang saya dapat dari milis alumni Jerman, atau warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di sana .
Demikian layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling."
Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas.
Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" ke arah saya. Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap ke arah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya.

Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba2 saja sudah sampai di depan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran disini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba2 saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu2 lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka...

Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (di luar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca2 dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."

Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian,Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak2ku!"

Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar2 bersyukur dan menyadari, bahwa hanya karena 'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami. Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat ke arah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai2kan tangannya ke arah kami. Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu
benar2 'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya.

Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang' Tuhan itu sangat HANGAT dan INDAH sekali!

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan.

Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi.
Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Di akhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis di akhir paper saya.
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat'
dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."

Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuh hati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda. Disini ada 'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu (sekecil apapun) bagi sesama yang sedang membutuhkan uluran tangannya!

Orang bijak mengatakan: Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.

Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.

Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri

life si always aya-aya wae....

ALASAN MENGAPA DIRAWAT DI RSJ

Beberapa hari yang lalu, teman saya berkunjung untuk menjenguk kerabat di RSJ.
Seorang dokter menghampiri teman saya untuk mengajak dia ngobrol-ngobrol tentang segala hal,
mulai dari bagaimana penanganan pasien sampai ke masalah-masalah umum dalam hidup teman saya.
Sampai tiba saatnya ketika dia bertanya kepada dokter itu,
"Dok, gimana sih caranya dokter ngetest pasien-pasien dokter itu masih gila atau sudah waras ?"

"Oh mudah saja, kami mengisi bathtub sampai penuh, lalu kami memberikan ke orang itu :

1.Sendok
2.TehGelas
3.Gayung

Lalu kita minta dia untuk mengosongkan Bathtub", jawab si Dokter.

"Ooooh... kalo gitu saya pasti milih gayung, soalnya itu paling gede "
teman saya menjawab...Terjadi keheningan sejenak










Lalu sang Dokter berkata,
"Tidak, kalo orang itu sudah normal, dia akan cabut aja penyumbat Bathtub nya ... ngomong-ngomong, kamu mau kasur di dekat jendela atau tidak ?
"Sejak itulah teman saya dirawat disini...

bagaimana dengan anda ?